ASN Guru Burneh Gowes ke Sekolah, Dukung Penghematan BBM di Tengah Geopolitik Global

 
ASN guru SDN langkap 1 gowes ke tempat tugas



Bangkalan – Semangat hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap kondisi global ditunjukkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Melalui surat edaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Dinas Pendidikan, ASN yang memiliki jarak tempuh sekitar 5 kilometer dari rumah ke tempat tugas dianjurkan untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi utama.


Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menyikapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi, khususnya ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM). Upaya penghematan pun dilakukan secara konkret melalui gerakan bersepeda atau gowes ke tempat kerja.


Di Kecamatan Burneh, anjuran tersebut disambut positif oleh para guru dari berbagai sekolah dasar. Sejumlah guru dari SDN Langkap 1, SDN Jambu 1, SDN Burneh 1, SDN Tunjung 1, serta sekolah lainnya tampak kompak berangkat ke sekolah dengan sepeda. Dengan mengenakan seragam olahraga, mereka mengayuh sepeda sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, menuju tempat tugas masing-masing.

Guru SDN Jambu 1 siap Gowes ke tempat tugas


Pemandangan ini menjadi hal yang berbeda dan menarik perhatian masyarakat sekitar. Jika biasanya para guru datang menggunakan sepeda motor, kini mereka terlihat berkelompok, saling menyapa, dan menikmati perjalanan menuju sekolah dengan penuh semangat kebersamaan.


“Alhamdulillah, saya merasa senang bisa bersepeda ke sekolah. Selain menyehatkan, juga bisa lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujar Muzdalifah, salah satu guru di SDN Langkap 1.

Hal senada juga disampaikan oleh Lilis, guru SDN Jambu 1, yang mengaku menikmati kebersamaan saat bersepeda bersama rekan-rekannya. “Rasanya lebih menyenangkan karena bisa berangkat bersama teman-teman. Ini juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan,” ungkapnya.


Kegiatan gowes ini tidak hanya dilakukan saat berangkat ke sekolah, tetapi juga saat pulang kerja sekitar pukul 14.00 WIB. Meski harus menghadapi terik matahari, para guru tetap antusias mengayuh sepeda hingga kembali ke rumah masing-masing.


Selain berdampak pada penghematan BBM, gerakan ini juga memberikan nilai edukatif bagi siswa. Kehadiran guru yang bersepeda ke sekolah menjadi contoh nyata gaya hidup sehat dan sederhana, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.


Program gowes ASN ini juga direncanakan menjadi kegiatan rutin, khususnya setiap hari Selasa sebagai bagian dari gerakan olahraga bersama. Dengan demikian, diharapkan kebiasaan positif ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya baru di kalangan ASN, khususnya di sektor pendidikan.


Langkah sederhana namun berdampak besar ini menunjukkan bahwa ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan dalam menghadapi tantangan global melalui aksi nyata di tingkat lokal. 

Pages