Sederhana dalam Struktur, Kuat dalam Mutu Pendidikan Bangkalan




Gambar animasi: Tanpa Dewan Pendidikan dan Korwil, Pendidikan 
Bangkalan Tetap Melangkah Maju.




Pergantian kepemimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menjadi momentum penting bagi lahirnya arah baru pembangunan pendidikan daerah. Hadirnya Haji Musleh Bahri, SH., MH sebagai Kepala Dinas Pendidikan membawa harapan besar bagi masyarakat pendidik untuk menata kembali sistem pendidikan yang lebih fokus pada mutu, pelayanan, dan kepentingan peserta didik.

Perubahan ini tidak sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan menjadi simbol dimulainya fase baru dalam tata kelola pendidikan. Terlebih lagi, dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan dan tidak diperpanjangnya kembali eksistensi lembaga tersebut, keinginan sebagian masyarakat agar pendidikan berjalan lebih sederhana, efektif, dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan sekolah kini menjadi nyata.

Ketiadaan dewan pendidikan bukan berarti melemahkan partisipasi publik, namun justru membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan egaliter. Guru, kepala sekolah, pengawas, komunitas pendidikan, hingga masyarakat kini memiliki tanggung jawab moral yang sama: menjaga kualitas pendidikan tanpa sekat struktural yang berpotensi memperlambat pengambilan kebijakan.

Di sisi lain, wacana penghapusan kelembagaan pendidikan di tingkat kecamatan—yang selama ini menjadi bagian dari struktur birokrasi—juga menandai upaya penyederhanaan sistem. Langkah ini dipandang sebagian pendidik sebagai kesempatan untuk mempercepat pelayanan administrasi serta memperkuat peran satuan pendidikan sebagai pusat utama proses belajar.

Harapan baru pun mulai tumbuh. Dalam satu bulan terakhir, geliat perubahan sudah mulai tampak. Sekolah-sekolah menunjukkan semangat baru dalam meningkatkan prestasi, kreativitas, dan inovasi pembelajaran. Guru kembali fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik, bukan terbebani oleh dinamika non-pedagogis.
Arah baru ini menegaskan bahwa pendidikan seharusnya tidak menjadi alat kepentingan sesaat, apalagi dijadikan tunggangan politik. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menuntut kebijakan yang jernih, adil, dan berpihak sepenuhnya kepada anak didik.

Dengan nahkoda baru, pendidikan Kabupaten Bangkalan diharapkan mampu melaju lebih stabil, berorientasi mutu, dan berpijak pada regulasi perundang-undangan yang berlaku. Sinergi lintas lini—antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, komunitas pendidikan, dan masyarakat—menjadi kunci agar perubahan ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi gerakan bersama.

Akhirnya, masyarakat pendidik hanya memiliki satu harapan besar: agar peningkatan prestasi dan kompetensi peserta didik benar-benar menjadi kenyataan. Bangkalan tidak boleh tertinggal dalam pembangunan sumber daya manusia, tetapi harus terus bergerak maju, berdaya saing, dan bermartabat melalui pendidikan yang berintegritas.

Pages